Antara sakit kucing yang wajib diketahui oleh setiap pemiliknya. Dan ini gejala yang bakal berlaku pada si bulus anda.

Haiwan KESIHATAN kucing

Sakit kucing merupakan sesuatu yang jarang dtitikberatkan oleh pemilik. Padahal, sekarang ini begitu banyak orang yang hobi memelihara kucing. Mulai dari kucing-kucing peliharaan di rumah sampai kucing-kucing yang biasa kita lihat di tepi jalan. Sebenarnya memelihara kucing bukanlah hal yang rumit, namun itu semua tak bermaksud kucing juga tidak lepas dari bahaya sakit baik dari virus mahupun bakteria.

Penyebab sakit kucing yang paling sering ditemui adalah dari makanan. Makanan kucing ternyata dapat menimbulkan berbagai sakit. Sakit yang paling sederhana adalah tersedak, muntah, bahkan alergi. Bahkan, beberapa jenis sakit yang berasal dari virus dan bakteria termasuk dalam kategori sakit kucing yang sampai boleh mengambil nyawanya. Sebahagian mungkin masih boleh ditangani dengan vaksin namun banyak juga yang belum ada penangkalnya di Indonesia.

Untuk itu memerlukan keseluruhan dalam merawat kucing yang merupakan bukti kepedulian dan kasih sayang kita terhadap haiwan tersebut. Untuk merawat kucing secara keseluruhan, kita wajib mengetahui sakit kucing yang memiliki berbagai macam sebab.

Diabetes dan Feline Leukimia Virus

1. Diabetes

Sama dengan manusia, kelebihan karbohidrat dapat mengakibatkan kucing diabetes. Kucing gemuk yang malas bergerak, lebih rentan terserang sakit ini. Adapun gejala-gejalanya adalah sebagai berikut: Penurunan berat badan yang banyak meski makannya banyak, Peningkatan pengambilan air, kucing menjadi banyak minum, Kencing secara berlebihan dan tidak wajar dan Nafsu makan yang berlebihan. Penanganan awal untuk sakit kucing diabetes, adalah dengan memberikan makanan rekomendasi bagi kucing yang mengalami diabetes. Makanan rekomendasi ini dapat ditemukan di petshop terdekat.

2. Feline Leukimia Virus

Penyakit ini disebabkan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Feline Leukimia Virus dapat mengakibatkan berbagai bentuk kanker dan penyakit lainnya yang terkait. Virus ini datang kerana berbagi makanan dan tempat air yang terkena atau kontak dengan urine, feses dan air liur dari kucing yang terinfeksi. Sakit kucing ini juga dapat disebabkan oleh induk yang telah terjangkit kemudian menular pada janin dalam rahim. Meski tanda-tandanya beragam dan akan terlihat dalam jangka waktu bertahun-tahun, namun beberapa gejala yang dapat dikenali, antara lain: Nafsu makan hilang dan turunnya berat badan, Kejang, kelelahan dan demam, Stomatitis, Gingivitis (gusi), Anemia, Diare, Pembengkakan pada kelenjar getah bening, Lesi kulit, semacam jaringan abnormal pada kulit, Sakit kuning, Anisocoria atau pupil mata kanan berbeza ukuran dengan pupil mata kiri, Infeksi pada kulit, kandung kemih dan saluran pernafasan. Pemberian Vaksin pada kucing dapat mencegah salah satu sakit kucing ini. Dengan selalu memperhatikan tingkah dan kesihatan kucing, kita dapat mencegah terjadinya sakit ini.

Feline Infectious Peritonitis dan Feline Immunodeficiency Virus

3. Feline Infectious Peritonitis

Sakit yang disebabkan oleh virus ini biasa juga disebut radang selaput rongga perut dan dada. Penularannya terjadi melalui liur atau feses dan melalui plasenta dari induk ke anak. Tingkat keganasan sakit ini tergantung pada sistem kekebalan tubuh kucing yang terjangkit. Ada dua jenis bentuk dari virus ini, yakni dalam bentuk basah dan kering. Bentuk basah bermaksud virus ini melibatkan cairan di dalam perut, sedangkan bentuk kering bermaksud tidak melibatkan cairan di dalam perut. Virus ini cukup berbahaya kerana dapat menyebabkan kehilangan bagi kucing. Adapun gejalanya, antara lain: Badan mudah lesu, Diare, demam, muntah, Nafsu makan menghilang, Berat badan berkurang dengan sangat banyak, Bersin dan mata berair

Pencegahan terhadap sakit ini adalah lebih utama. Jaga kebersihan kandang dan peralatan, selalu cuci dengan sabun, deterjen atau desinfektan. Desinfektan yang murah meriah dan cukup efektif adalah larutan kaporit. Jangan sampai kucing kesayangan kamu terkena, karena sampai saat ini, vaksin untuk penyakit FIP masih belum tersedia di Indonesia.

4. Feline Immunodeficiency Virus

Dari namanya saja kita sudah melihat kalau penyakit kucing ini serang sistem imun kucing. Yang lebih mengerikan lagi, sakit ini sama mengerikannya dengan AIDS pada manusia. Penyakit kucing ini ditularkan oleh gigitan kucing yang terinfeksi atau induk kucing yang menularkan pada janin dalam rahimnya. Gejalanya antara lain: Diare terus-menerus, Infeksi mulut, Kehilangan nafsu makan dan Munculnya beberapa masalah pernafasan. Kucing rumah memiliki risiko lebih rendah terkena sakit ini dibandingkan kucing yang lebih sering berada di luar. Apabila kucing kamu terkena, segera lakukan isolasi agar tidak menulari kucing yang lain.

Feline Calici Virus

Penyakit kucing Feline Calici Virus ini serang saluran pernafasan, mulut, pencernaan, otot dan tulang. Gejala yang ditunjukkan adalah hilangnya nafsu makan, mata berair, hidung berlendir, luka pada lidah dan bibir, sulit bernafas dan sakit sendi. Pada kasus berat juga terjadi pneumonia, hepatitis, dan pendr4han.

Wabak biasanya terjadi pada kandang atau populasi kucing yang padat, ventilasi kurang baik, kandang kurang bersih, nutrisi kurang, dan suhu yang ekstrim, baik terlalu panas mahupun terlalu dingin. Penularan Feline Calici ini terjadi lewat lendir mata dan hidung, menghirup virus dari bersin, penggunaan mangkuk makan dan litterbox bersama, dan kontaminasi lingkungan.

Penanganan awal bila kucing kamu mengalami gejala-gejalanya, adalah dengan pertama kali mengisolasinya dari kucing-kucing yang lain. Kemudian beri makanan yang lunak dan tidak perlu dikunyah, suapkan makanan tersebut bila kucing tidak mahu makan. Bersihkan pula kotoran pada hidung dan mata kucing secara rutin.

Kita sebagai pecinta kucing dan yang memelihara kucing di rumah sudah semestinya mengetahui berbagai hal terkait perawatan kucing. Penyakit kucing pun merupakan pengetahuan yang semestinya kita miliki sebelum memelihara haiwan berbulu ini. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, memisahkan peralatan, serta memantau makanan kucing saja, kita telah melakukan upaya untuk menjaga kesihatannya dan mencegah sakit menjangkitinya.

Apa Kata Anda? Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih!!

Jom Like Page Kami Juga Di Facebook Kucingasm Media dan Kucing Media Online

PERHATIAN: Pihak admin tidak akan bertanggungjawab langsung ke atas komen-komen yang diberikan oleh pembaca kami. Sila pastikan anda berfikir panjang terlebih dahulu sebelum menulis komen anda disini. Pihak admin juga tidak mampu untuk memantau semua komen yang ditulis disini. Segala komen adalah hak dan tanggungjawab anda sendiri.

Pemuda Ini Sampaikan Trauma Gara Gara 2 Ekor Kucing Telah Pergi Sebab Satu Sakit Ini. Nasib Baik Dah Jumpa Petua Mujarab.

Selepas dua ekor kucing milik Faizal telah tiada akibat parvo, dua lagi kucing yang lain turut dijangkiti sakit sama. Perasaan pilu di hati, tak siapa mampu mengerti. Begitulah luahan seorang jejaka apabila dua ekor kucing miliknya telah tiada, dipercayai terkena jangkitan virus parvo baru-baru ini. Menurut Mohd Faizal Maklip, 32, kehadiran kucing-kucing itu bagaikan melengkapi kehidupannya selama ini. Namun kini, semuanya tinggal kenangan dan sukar untuk dia menerima hakikat bahawa dua bulus kesayangan sudah pergi buat selamanya, tinggalkan dia dan dua ekor kucing lain.

Si Hitam merupakan kucing pertama yang dibela Faizal sekali gus memberi kesan cukup mendalam buat dirinya

“Kucing pertama saya bela merupakan kucing liar yang selalu datang ke kawasan rumah. Hari-hari saya bagi makan, sangat manja. Setiap kali balik kerja, kucing tu sambut di pagar. Jadi saya ambil keputusan untuk bela sejak lebih setahun lalu. Saya gelarkan ia ‘Si Hitam’. Akhirnya Si Hitam telah pergi pada 30 Mei lalu. Seekor lagi kucing saya, baka Munchkin, pun telah pergi kerana parvo beberapa hari sebelumnya,” ujarnya.

Mesra disapa Faizal, perancang perkahwinan dan jurusolek itu bagaikan tr4um4 selepas dua kucing miliknya telah tiada dalam tempoh yang singkat. Lebih pilu, dua lagi kucing belaannya yang masih hidup, turut menderita virus itu sehingga perlu diberi rawatan dan perhatian tanpa henti setiap hari. “Ketika dua ekor kucing saya yang telah tiada tu menghidap parvo, saya berhabis ribuan ringgit pergi buat rawatan dan beli ubat, tapi tak sembuh sehinggalah mereka mati.

Lepas ia pergi, saya tiga hari tak makan. Kering air mata, memang melalak pada malam ia tiada.

“Kemudian dua lagi kucing saya kena virus sama. Saya ambil nasihat pemilik-pemilik kucing lain, mereka suruh saya rebus ‘daun helikopter’ dan beri kepada kucing. Setiap jam bagi mereka minum air rebusan itu serta beri makan. Benda tu macam magic, mujarab. Hari ketiga dah nampak perubahan. Saya baca komen, semua cakap benda sama. Kucing ketiga dan keempat diberi air rebusan daun itu, sekarang dah back to normal.

Faizal cukup terkesan dengan kematian dua kucing itu.

“Namun saya difahamkan virus itu bertahan enam bulan ke setahun. Jadi saya akan cuci rumah dengan cecair peluntur setiap hari. Saya masih takut ia akan berjangkit lagi. Saya juga masih kuarantin dua kucing itu dalam sangkar mereka,” ujarnya. Menurut jejaka yang menetap di Melaka itu, dia juga masih sedih setiap kali mengimbas detik kehilangan dua kucingnya. “Si Hitam tidur atas badan saya setiap malam. Lepas ia , saya tiga hari tak makan. Kering air mata, memang melalak pada malam ia tiada. Tiga jam saya pangku ia n4z4k, saya terbaca mesej seorang kenalan, dia minta saya berbisik kepada kucing.

Faizal menetap di Melaka dan mula membela kucing sejak lebih setahun lalu.

“Saya berbisik, kalau nak pergi, saya izinkan. Kalau tak, kena lawan sakit tu. “Si Hitam pergi sambil pandang muka saya,” ujarnya dalam nada sebak. Dalam pada itu, Faizal turut berkongsi video kehilangan kucingnya menerusi Facebook. Untuk rekod, mStar menerusi segmen Xpose (I-SUKE) turut berkongsi mengenai virus itu menerusi laporan pada 28 Mac lalu.

Panleukopenia atau parvo adalah keadaan di mana sel darah putih kucing berada pada tahap rendah dan ia berbahaya jika berlaku terutamanya pada anak kucing. Sakit ini disebabkan oleh virus dan dapat tersebar melalui air liur, air kencing, najis dan air mata. Kucing jalanan atau kucing peliharaan yang bebas berkeliaran sangat berisiko dengan sakit ini. Parvo boleh menyebabkan kehilangan terutamanya bagi kucing yang berusia setahun ke bawah.

Sumber : dedah.co

Apa Kata Anda? Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih!!

Jom Like Page Kami Juga Di Facebook Kucingasm Media dan Kucing Media Online

PERHATIAN: Pihak admin tidak akan bertanggungjawab langsung ke atas komen-komen yang diberikan oleh pembaca kami. Sila pastikan anda berfikir panjang terlebih dahulu sebelum menulis komen anda disini. Pihak admin juga tidak mampu untuk memantau semua komen yang ditulis disini. Segala komen adalah hak dan tanggungjawab anda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *